sosmed

Facebook  Twitter  Google+ Instagram Linkedin Path Gmail

Saturday, September 28, 2013

Bagiku Kau Segalanya

         Bodoh! Ya aku memang bodoh! Aku tak istirahat dan tak berhenti menangis, bahkan saat aku menulis tulisan ini pun keadaanku masih sama; penuh dengan air mata. Hanya karna kalimat yang kau lontarkan begitu saja dipercakapan singkat kita diujung telepon "Kita kan cuma teman." kalimat sesingkat dan sesederhana itu mampu menyakitiku dengan sangat mendalam. Aneh memang, dan mungkin sedikit terdengar konyol, tapi kalimat sederhana yang bisa membuatku menangis itu tidak akan jadi hal aneh dan konyol lagi jika sebenarnya perasaan yang aku miliki untukmu bukan hanya sekedar teman.
Aku sungguh tak mengerti dengan jalan pikiranmu sayang. Jadi, apa arti dari perhatianmu selama ini untukku? Tak mungkin jika semua itu hanya sekedar perhatian sederhana untuk seorang teman, karna aku tau dan aku bisa merasakan perhatianmu lebih dari itu. Lalu apa arti dari setiap ucapan manis cintamu untukku? apa memang benar semua itu hanya omong kosong dan bualanmu saja? Oh sayang, aku harap tidak. Atau mungkin aku yang salah? Salah mengartikan setiap perhatian-perhatian kecilmu untukku? Salah mengartikan setiap ucapan manismu? Ya, mungkin memang benar aku yang salah.
            Aku sadar, aku memang bukan siapa-siapa untukmu. Sakit memang terus-menerus seperti ini; dalam ketidakjelasan. Padahal teman-temanku sudah selalu mengingatkan bahwa "Jika kita sudah siap untuk menjalani hubungan tanpa status dan kejelasan, maka kita juga harus siap bila suatu saat nanti setiap cinta dan pengorbanan kita selama ini tidak dianggap dan dihempaskan begitu saja." Ya memang, aku sudah mengerti, memang itu konsekuensinya, dan siap ataupun tidak siap, aku harus siap karna aku mencintaimu. Aku juga harus terbiasa dengan kabarmu yang mungkin selalu tak jelas.Ya, seperti status kita yang memang tidak ada kejelasannya. Entah kita memang saling mencintai, atau mungkin hanya aku yang benar-benar mencintaimu? Tapi kamu? Kamu memang selalu bicara tentang cinta padaku, tapi kau hanya bicara dan tak pernah membuktikannya.
Lagipula, siapa aku ? Aku hanya seorang wanita yang amat sangat mencintaimu, yang selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu, yang selalu mencoba meluangkan waktunya hanya untukmu, hanya untuk membahagiakanmu, walapun aku tau bahwa aku akan sesakit ini. Bahkan aku tak pernah mau perduli dengan apa yang orang lain katakan tentangmu, bagiku tetap hanya kau yang terpenting, tetap dirimu yang selalu aku nomor satukan sampai saat ini.
Ya, sudahlah lupakan, aku mencintaimu tulus sayang, tak perlu status dan kejelasan, aku hanya perlu senyummu, tawamu, dan kebahagianmu. Semua yang kuberikan tulus, terutama kasih sayangku, perhatian dan keperdulianku padamu. Karna bagiku kau segalanya. Aku mencintaimu dan hanya kamu.

No comments:

Post a Comment