sosmed

Facebook  Twitter  Google+ Instagram Linkedin Path Gmail

Friday, November 8, 2013

Hai, Kapten!

Selamat malam kamu; kapten neptunusnya aku, kamu yang mungkin sampai saat ini tak pernah tau bagaimana perasaanku yang sebenarnya, atau memang yang hanya kamu tau adalah bahwa aku tak pernah mencintaimu, walaupun aku sadar semua itu memang kesalahanku, apa kamu masih ingat kejadiaan 07 Februari 2013 silam? Saat kamu bertanya pertanyaan yang bagiku sungguh lucu, dan saat aku menjawabnya dengan jawaban bodoh yang membuatku menjadi menyesal sampai saat ini. Well, bahkan sampai detik ini pun aku masih berharap semua bisa terulang, padahal aku tau semua itu tidak akan pernah menjadi mungkin, karna bahkan sekarang kita sama-sama menjauh atau memang hanya kamu yang menjauh, tapi aku masih disini menunggumu untuk kembali.
Seandainya kamu tau bahwa aku masih sering memperhatikanmu dari kejauhaan, masih sering mencari kabar tentangmu, dan masih terus mencintaimu meski dalam diam. Sakit memang terus-menerus dalam keadaan seperti ini, rasa sakit yang memang kubuat sendiri. Sudah beberapa bulan semenjak kejadian itu, semenjak semua tentang kita berubah menjadi kenangan semu, kebiasaanku tak pernah berubah, bahkan sampai hari ini. Saat aku terbangun, hal yang pertama kali kulakukan adalah melihat kontak profil blackberry messanger milikmu diponsel milikku, kemudian aku membuka akun twitter milikku untuk melihat profil akun milikmu, hanya untuk mengetahui bagaimana kabarmu hari ini, tanpa pernah aku mencoba memberanikan diriku untuk menyapamu terlebih dahulu, rasanya aku terlalu takut dan pengecut untuk itu. Dari setiap kebiasaan yang aku lakukan itu memang tak pernah berjalan baik, setiap aku mencoba mencari kabarmu dengan caraku sendiri, aku selalu merasa sakit, aku cemburu, aku bahkan kesal pada diriku sendiri dan juga padamu.
Sampai dua hari yang lalu saat aku sedang makan siang bersama sahabatku, aku menceritakan tentangmu padanya yang memang tau bagaimana perasaanku kepadamu, aku menceritakan betapa sukanya aku melihat fotomu yang semalam kau gunakan sebagai display picture profil blackberry massanger milikmu, kau terlihat tampan kapten neptunusku, dengan gaya rambut barumu dan aku suka, atau memang aku selalu suka pada semua hal yang berhubungan denganmu. Namun, betapa terkejut dan kagetnya aku saat aku melihat profilmu siang itu, display picture yang kau gunakan telah kau ganti dengan foto dirimu dan seorang wanita yang memang aku kenal, dia salah satu teman sekolahku dulu, dan saat aku melihat profil twitter-mu, aku tau kamu baru saja pergi bersama wanita itu. Seketika itu juga hatiku remuk, hancur, rasanya dunia beserta isinya bagaikan menimpahku, senyum yang awalnya kutunjukan pada sahabatku karna fotomu semalam berubah menjadi tangis karna fotomu siang itu, keceriaanku berubah menjadi luka, dan bahagiaku berubah menjadi rasa sakit.
Rasanya aku belum siap menerima kenyataan bahwa kamu telah melupakan semua tentang kita, aku belum siap menerima kenyataan bahwa ternyata kamu telah mencintai orang lain, sedangkan aku masih disini menunggumu untuk kembali. Aku terdiam, aku tak tau apa yang harus kulakukan, haruskah aku marah padamu atau padanya? Rasanya tidak pada keduanya, karna aku sadar, aku tak punya hak apapun atas dirimu dan kehidupanmu, karna aku memang bukan siapa-siapa bagimu, aku hanya bisa diam dan marah pada diriku sendiri. Apa yang aku lakukan selama ini? Aku terus melakukan hal bodoh yang hanya akan terus menyakiti diri dan perasaanku sendiri, tak bisakah aku berhenti? Berhenti untuk mencari tau tentangmu, berhenti untuk terus memperhatikanmu dari kejauhan, berhenti mencintaimu dalam diam dan terus melanjutkan hidupku tanpa bayangmu, agar aku bisa mencari kebahagiaan baruku. Karna bahkan  dari semua hal bodoh yang aku lakukan selama ini tak akan pernah bisa menyadarkanmu bahwa ada aku disini, bahwa ada aku yang masih terus mencintaimu, ada aku yang masih terus berharap kamu kembali dan bertanya hal sama untuk kedua kalinya. “Kalo aku yang jadi pacar kamu gimana?”. Aku pasti akan menjawab pertanyaan itu tidak dengan jawaban bodohku lagi, aku akan menjawabnya dengan tegas, dengan lantang dan percaya diri, bahwa aku memang mengharapkan kamulah yang menjadi pemilik dari hatiku, kamulah yang selalu kuharapkan untuk menjadi bagian dari kisah cinta sederhanaku, kisah cinta yang kita buat bersama. Kapten Neptunusku.

Saturday, September 28, 2013

Bagiku Kau Segalanya

         Bodoh! Ya aku memang bodoh! Aku tak istirahat dan tak berhenti menangis, bahkan saat aku menulis tulisan ini pun keadaanku masih sama; penuh dengan air mata. Hanya karna kalimat yang kau lontarkan begitu saja dipercakapan singkat kita diujung telepon "Kita kan cuma teman." kalimat sesingkat dan sesederhana itu mampu menyakitiku dengan sangat mendalam. Aneh memang, dan mungkin sedikit terdengar konyol, tapi kalimat sederhana yang bisa membuatku menangis itu tidak akan jadi hal aneh dan konyol lagi jika sebenarnya perasaan yang aku miliki untukmu bukan hanya sekedar teman.
Aku sungguh tak mengerti dengan jalan pikiranmu sayang. Jadi, apa arti dari perhatianmu selama ini untukku? Tak mungkin jika semua itu hanya sekedar perhatian sederhana untuk seorang teman, karna aku tau dan aku bisa merasakan perhatianmu lebih dari itu. Lalu apa arti dari setiap ucapan manis cintamu untukku? apa memang benar semua itu hanya omong kosong dan bualanmu saja? Oh sayang, aku harap tidak. Atau mungkin aku yang salah? Salah mengartikan setiap perhatian-perhatian kecilmu untukku? Salah mengartikan setiap ucapan manismu? Ya, mungkin memang benar aku yang salah.
            Aku sadar, aku memang bukan siapa-siapa untukmu. Sakit memang terus-menerus seperti ini; dalam ketidakjelasan. Padahal teman-temanku sudah selalu mengingatkan bahwa "Jika kita sudah siap untuk menjalani hubungan tanpa status dan kejelasan, maka kita juga harus siap bila suatu saat nanti setiap cinta dan pengorbanan kita selama ini tidak dianggap dan dihempaskan begitu saja." Ya memang, aku sudah mengerti, memang itu konsekuensinya, dan siap ataupun tidak siap, aku harus siap karna aku mencintaimu. Aku juga harus terbiasa dengan kabarmu yang mungkin selalu tak jelas.Ya, seperti status kita yang memang tidak ada kejelasannya. Entah kita memang saling mencintai, atau mungkin hanya aku yang benar-benar mencintaimu? Tapi kamu? Kamu memang selalu bicara tentang cinta padaku, tapi kau hanya bicara dan tak pernah membuktikannya.
Lagipula, siapa aku ? Aku hanya seorang wanita yang amat sangat mencintaimu, yang selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu, yang selalu mencoba meluangkan waktunya hanya untukmu, hanya untuk membahagiakanmu, walapun aku tau bahwa aku akan sesakit ini. Bahkan aku tak pernah mau perduli dengan apa yang orang lain katakan tentangmu, bagiku tetap hanya kau yang terpenting, tetap dirimu yang selalu aku nomor satukan sampai saat ini.
Ya, sudahlah lupakan, aku mencintaimu tulus sayang, tak perlu status dan kejelasan, aku hanya perlu senyummu, tawamu, dan kebahagianmu. Semua yang kuberikan tulus, terutama kasih sayangku, perhatian dan keperdulianku padamu. Karna bagiku kau segalanya. Aku mencintaimu dan hanya kamu.

Tuesday, August 20, 2013

Semoga Tuhan Tak Pernah Bosan

         Selamat pagi tuhan, maukah engkau mendengar cerita dan doa-doaku lagi kali ini ? Iya, aku ingin bercerita tentangnya dan berdoa untuknya lagi dan lagi. Tuhan, engkau tau harapan kecilku yang selalu kubicarakan dengan-Mu dalam percakapan panjang kita setelah aku menjalankan ibadah yang kau perintahkan selama lima waktu sehari ? Ya, aku selalu bercerita tentang sosok seorang pria yang selalu bisa menjadi sebabku tersenyum dan tersipu malu dihadapan-Mu, aku selalu bercerita tentang betapa bahagianya aku saat bersamanya, dan aku selalu berdoa tentang harapan-harapan kecilku bersamanya.
Aku yakin tuhan pasti tau betapa berharganya dia bagiku karna aku tau engkau maha mendengar. Bagi orang lain mungkin sosoknya sederhana, tapi bagiku dia adalah sosok yang luar biasa. Dia lebih dari seseorang yang selalu bisa membuatku bahagia, dia lebih dari seseorang yang selalu bisa membuatku tersenyum, bagiku sosoknya penuh cinta kasih, semua perhatian-perhatian kecilnya selalu bisa menghangatkanku, dia ajarkan banyak hal padaku, dan dia selalu memberiku semangat.
Tuhan, apakah engkau bosan mendengar ceritaku, doaku, dan harapan-harapan kecilku yang selalu tentangnya ? Aku harap tidak, aku harap semoga tuhan tak pernah bosan, karna aku pun tak pernah bosan.
Terimakasih tuhan, aku sangat berterimakasih kepada-Mu karna engkau telah mempertemukan aku dengannya, akan kujaga dia tuhan aku berjanji karna aku tau kau hadirkan dia hanya untuk membahagiakanku.

Tuesday, August 13, 2013

Waktu Takkan Pernah Bisa Terulang


"Penyesalan memang selalu datang terakhir"


            Masih ingatkah kamu tentang kita (dulu). Ketika kita masih bisa berbincang-bincang tanpa beban walau hanya lewat tulisan dichat blackberry messenger, ketika kamu masih suka mengirim chat dengan emote-emote lucu, berterus terang tentang rasa rindu yang kau rasakan, dulu kamu selalu ingin menjemputku dan mengajakku jalan-jalan, kita pergi bersama, tertawa bersama meski kadang hal yang kita tertawakan itu sangatlah tidak lucu, tapi saat bersamamu aku selalu merasa bahagia, dan kamu juga mengatakan hal yang sama walaupun hubungan kita hanya sekedar berteman, ya kita hanya teman tapi aku mempunyai perasaan yang lebih dari teman untukmu. Tapi kini semua berbeda, jangankan untuk pergi denganmu atau mendengar kejujuranmu tentang rasa rindu, membaca sapaan ringanmu dichat blackberry messenger saja aku tak pernah, mungkin memang semua salahku, kesalahanku yang amat sangat kusesali.
Semua berawal pada hari itu. Kamis, 07 Februari 2013, awalnya semua memang terasa baik-baik saja, hari itu kamu bilang bahwa kondisi badanmu sedang kurang sehat, saat mendengar itu aku sungguh sangat khawatir tentang keadaanmu dan aku hanya bisa mengingatkanmu supaya kamu selalu menjaga pola makanmu yang berantakan. Tapi ternyata kamu malah memintaku datang kerumahmu untuk membawakan bubur dan menyuapimu makan, hey, aku sayang kamu! Jangankan hanya untuk membawakan bubur saat kamu sakit, menunggumu seminggu penuh saat sakit hingga sembuh pun aku mau.
Akhirnya tanpa fikir panjang aku pun bersiap untuk pergi kerumahmu, aku meminta tolong pada sahabatku untuk menjemputku serta mengantarkanku, sahabatku tak pernah sungkan untuk mengantarkanku kemanapun, dia juga selalu bisa mengerti tentangku, tentangmu, dan tentang kita, karna aku juga tak pernah sungkan untuk berbagi cerita dengannya. Malam hari sekitar pukul 19.00 WIB. aku tiba tepat didepan rumahmu dan sahabatku berlalu meninggalkanku ketika kamu keluar dan menemuiku, awalnya aku ragu karna ini adalah pertama kalinya aku kerumahmu sendirian, tapi aku mencoba memberanikan diriku hanya untukmu sayang. Saat kamu mengajakku masuk kerumahmu, kamu mengenalkanku pada kedua orangtuamu dan kakak perempuanmu, aku dan keluargamu sempat berbincang-bincang sebentar sampai akhirnya tinggal kita berdua dibalkon rumahmu, aku menyuapimu makan bubur yang kubawakan sambil kita mengobrol tentang hal-hal yang sudah tak kuingat karna saat itu yang aku perhatikan hanya kamu bukan ucapanmu.
Kita cukup lama berada disitu sampai akhirnya kita merasa bosan dan kamu mengajakku pergi keluar padahal saat itu kondisimu masih belum begitu baik, tapi kamu memaksa hingga membuatku tak dapan menolak ajakanmu untuk pergi. Akhirnya aku dan kamu pergi keluar untuk membeli jus, saat kita membeli jus kamu bilang ingin mengatakan sesuatu kepadaku tapi tidak disitu, lalu kita pergi ke alun-alun kota, kita duduk dipinggiran alun-alun, kita bercanda dan kamu sangat senang mem-bully orang yang lewat hingga membuatku tertawa, sampai akhirnya tak kusangka kamu tiba-tiba bertanya kepadaku, "Kalo misalkan aku yang jadi pacar kamu gimana de ?" tanyamu padaku. Pertanyaanmu yang tiba-tiba seperti itu membuatku bingung, aku kaget bukan main, membuatku tak dapat berfikir jernih dan tak tau harusku jawab apa peratanyaanmu. Aku mengira pertanyaanmu yang tiba-tiba itu hanya sebuah lelucon yang tak harus kutanggapi dengan serius, dan secara spontanitas aku menjawab pertanyaanmu dengan kalimat bodoh, "Engga, gue lebih nyaman kaya gini." kalimat itu terlontar begitu saja dari bibirku. Dasar bodoh! Aku memang bodoh! Aku menyayangimu hey, tapi dengan bodohnya aku mengahancurkan segalanya, mungkin juga perasaanmu. Dan semenjak saat itu semua telah berbeda, semua berubah, kamu menjauh dariku, tak ada lagi tentang kita, dan tak ada lagi kamu yang mengisi hari-hariku.
Maafkan aku, aku sungguh sangat menyesal, andai waktu bisa terulang aku ingin kembali kehari itu untuk memperbaiki semuanya terutama jawabanku atas pertanyaanmu dan aku ingin bilang bahwa aku menyayangimu. Tapi sayangnya, waktu takkan pernah bisa terulang.

Tentang Kita

          Malam ini aku menuliskan sebuah catatan kecil tentang dirimu, diriku, dan tentang kita. Aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu, kira-kira sekitar satu tahun yang lalu. Tak disangka aku mulai mencintaimu ketika aku telah mengenalmu jauh lebih dalam, ternyata memang benar bahwa cinta selalu datang tanpa diduga serta tanpa permisi. Apa kamu tau bahwa aku akan tetap mencintaimu hari ini, esok, seterusnya, sampai selamanya karna semua hal yang ada pada dirimu membuatku benar-benar tak berdaya, dimataku kamu itu istimewa walau tak sempurna.
          Bagiku setiap detik bersamamu adalah keajaiban untukku. Jika tuhan masih memberiku kesempatan untuk hidup lebih lama lagi, aku hanya ingin hidup bersamamu selamanya walaupun aku tak pernah tau sampai kapan usiaku, tapi yang aku tau, aku hanya punya keyakinan bahwa cintaku akan selamanya untukmu.