Selamat malam kamu;
kapten neptunusnya aku, kamu yang mungkin sampai saat ini tak pernah tau
bagaimana perasaanku yang sebenarnya, atau memang yang hanya kamu tau adalah
bahwa aku tak pernah mencintaimu, walaupun aku sadar semua itu memang
kesalahanku, apa kamu masih ingat kejadiaan 07 Februari 2013 silam? Saat kamu
bertanya pertanyaan yang bagiku sungguh lucu, dan saat aku menjawabnya dengan
jawaban bodoh yang membuatku menjadi menyesal sampai saat ini. Well, bahkan sampai detik ini pun aku
masih berharap semua bisa terulang, padahal aku tau semua itu tidak akan pernah
menjadi mungkin, karna bahkan sekarang kita sama-sama menjauh atau memang hanya
kamu yang menjauh, tapi aku masih disini menunggumu untuk kembali.
Seandainya kamu tau bahwa
aku masih sering memperhatikanmu dari kejauhaan, masih sering mencari kabar
tentangmu, dan masih terus mencintaimu meski dalam diam. Sakit memang
terus-menerus dalam keadaan seperti ini, rasa sakit yang memang kubuat sendiri.
Sudah beberapa bulan semenjak kejadian itu, semenjak semua tentang kita berubah
menjadi kenangan semu, kebiasaanku tak pernah berubah, bahkan sampai hari ini.
Saat aku terbangun, hal yang pertama kali kulakukan adalah melihat kontak
profil blackberry messanger milikmu
diponsel milikku, kemudian aku membuka akun twitter
milikku untuk melihat profil akun milikmu, hanya untuk mengetahui bagaimana
kabarmu hari ini, tanpa pernah aku mencoba memberanikan diriku untuk menyapamu
terlebih dahulu, rasanya aku terlalu takut dan pengecut untuk itu. Dari setiap
kebiasaan yang aku lakukan itu memang tak pernah berjalan baik, setiap aku
mencoba mencari kabarmu dengan caraku sendiri, aku selalu merasa sakit, aku
cemburu, aku bahkan kesal pada diriku sendiri dan juga padamu.
Sampai dua hari yang
lalu saat aku sedang makan siang bersama sahabatku, aku menceritakan tentangmu
padanya yang memang tau bagaimana perasaanku kepadamu, aku menceritakan betapa
sukanya aku melihat fotomu yang semalam kau gunakan sebagai display picture profil blackberry massanger milikmu, kau terlihat
tampan kapten neptunusku, dengan gaya rambut barumu dan aku suka, atau memang
aku selalu suka pada semua hal yang berhubungan denganmu. Namun, betapa
terkejut dan kagetnya aku saat aku melihat profilmu siang itu, display picture yang kau gunakan telah
kau ganti dengan foto dirimu dan seorang wanita yang memang aku kenal, dia
salah satu teman sekolahku dulu, dan saat aku melihat profil twitter-mu, aku tau kamu baru saja pergi
bersama wanita itu. Seketika itu juga hatiku remuk, hancur, rasanya dunia
beserta isinya bagaikan menimpahku, senyum yang awalnya kutunjukan pada
sahabatku karna fotomu semalam berubah menjadi tangis karna fotomu siang itu,
keceriaanku berubah menjadi luka, dan bahagiaku berubah menjadi rasa sakit.
Rasanya aku belum siap
menerima kenyataan bahwa kamu telah melupakan semua tentang kita, aku belum
siap menerima kenyataan bahwa ternyata kamu telah mencintai orang lain,
sedangkan aku masih disini menunggumu untuk kembali. Aku terdiam, aku tak tau
apa yang harus kulakukan, haruskah aku marah padamu atau padanya? Rasanya tidak
pada keduanya, karna aku sadar, aku tak punya hak apapun atas dirimu dan
kehidupanmu, karna aku memang bukan siapa-siapa bagimu, aku hanya bisa diam dan
marah pada diriku sendiri. Apa yang aku lakukan selama ini? Aku terus melakukan
hal bodoh yang hanya akan terus menyakiti diri dan perasaanku sendiri, tak
bisakah aku berhenti? Berhenti untuk mencari tau tentangmu, berhenti untuk
terus memperhatikanmu dari kejauhan, berhenti mencintaimu dalam diam dan terus
melanjutkan hidupku tanpa bayangmu, agar aku bisa mencari kebahagiaan baruku.
Karna bahkan dari semua hal bodoh yang
aku lakukan selama ini tak akan pernah bisa menyadarkanmu bahwa ada aku disini,
bahwa ada aku yang masih terus mencintaimu, ada aku yang masih terus berharap
kamu kembali dan bertanya hal sama untuk kedua kalinya. “Kalo aku yang jadi
pacar kamu gimana?”. Aku pasti akan menjawab pertanyaan itu tidak dengan
jawaban bodohku lagi, aku akan menjawabnya dengan tegas, dengan lantang dan
percaya diri, bahwa aku memang mengharapkan kamulah yang menjadi pemilik dari
hatiku, kamulah yang selalu kuharapkan untuk menjadi bagian dari kisah cinta
sederhanaku, kisah cinta yang kita buat bersama. Kapten Neptunusku.







