sosmed

Facebook  Twitter  Google+ Instagram Linkedin Path Gmail

Tuesday, April 21, 2015

Lupus dan Wanita Hebat



          21 April 2015, untuk memperingati hari kartini tahun ini, mungkin kali ini artikel yang saya buat didedikasikan untuk wanita yang paling berharga dihidup saya, wanita paling tegar, paling sempurna dimata saya. Wanita hebat yang menurut saya melebihi ibu kartini dimasanya.

          Dia adalah MAMAH, wanita yang sudah berjuang mengandung saya selama 9 bulan, dan sudah membesarkan saya selama 18tahun, walaupun dia telah mengidap penyakit lupus selama 10tahun lamanya. Mungkin terdengar aneh nama penyakitnya, maka dari itu, kali ini saya akan kasih sedikit gambaran tentang lupus.
          Mungkin saya bukan dokter, bukan juga mahasiswi kedokteran, bahkan sekolah menengah saja jurusan perkantoran, tapi saya bisa sedikit menjelaskan bukan dari pelajaran tapi dari ilmu yang saya dapat dari kenyataan.


LUPUS

          Dari mana kita memulai? Yang paling logis adalah dimulai dari definisi lupus. Lupus adalah nama umum untuk kelainan yang secara teknis disebut lupus erythematosus. Nama formal lain adalah systemic lupus erythematosus atau biasa disingkat menjadi SLE. Secara sederhana, lupus erythematosus terjadi ketika tubuh menjadi alergi terhadap dirinya sendiri. Dalam istilah immunology dapat dikatakan, lupus adalah kebalikan dari apa yang terjadi pada kanker maupun AIDS. Pada lupus, tubuh melakukan reaksi yang berlebihan terhadap stimulus asing dan memproduksi banyak antibodi, atau protein-protein yang melawan jaringan tubuh. Karena itu, lupus disebut dengan penyakit autoimun (auto berarti dengan sendirinya).
          Menurut National Arthritis Data Workshop memperkirakan ada sebanyak 239.000 orang Amerika mengidap SLE, namum di Indonesia belum dapat diperkirakan berapa jumlah pengidap, namun yang pasti salah satunya adalah mamah saya.
          Lupus menjadi penyakit yang sangat sulit untuk didiagnosis. Banyak pasien lupus terlihat benar-benar sehat, tetapi beberapa survei menunjukkan bahwa pasien yang diyakini mengidap lupus telah mengalami beberapa gejala dan tanda selama kurang lebih 3 tahun. Benar saja, mamah saya awalnya sehat-sehat saja dan mungkin sekarang juga terlihat sehat, tidak seperti orang sakit, tapi ternyata mamah saya adalah salah satu pengidap lupus.
          Gejala lupus awalnya hanya seperti penyakit biasa saja, seperti demam, anoreksia, penurunan berat badan, atau kenaikan berat badan, lelah dan lesu. Tapi lama-kelamaan akan merasa nyeri sendi atau pembengkakan. Bahkan akan sampai keluar ruam biru atau memar disekujur badan.
          Lupus biasanya menyerang hampir seluruh organ tubuh kita, seperti; jantung, paru-paru, ginjal, hati, kulit, tulang, sendi dan lainnya. Dan yang dialami oleh mamah saya sekarang sudah menjalar hampir kseluruhan, namun belum sampai pada ginjal dan hati.
          Untuk para pengidap lupus, penyakit ini belum ada obatnya, namun pengobatan yang baik melibatkan unsur-unsur lingkungan yang bisa dikendalikan. Banyak yang bisa dilakukan, termasuk menghindari sinar matahari, makan makanan yang sehat, pola makan yang seimbang, tetap beraktifitas, dan menghindari perubahan tekanan udara. Penyakit ini permanen dan tidak akan pergi, meskipun kadang datang dan pergi tidak menentu, tapi dia tidak akan benar-benar pergi. Pengidap lupus tidak boleh terlalu banyak pikiran dan beban, hindari emosi-emosi yang memuncak, seperti kasus pada mamah saya, saat dia emosi suaranya tidak dapat keluar dan tiba-tiba setengah dari badannya kaku dan mati tidak dapat bergerak. Tapi semakin cepat anda mengatasi emosi-emosi tersebut, semakin baik pula untuk kesehatan pengidap lupus. Dukungan dari keluarga dan teman juga sangat membantu, dan mulailah menjalani hidup yang positif dan realistis, semakin baik anda merasa sehat secara fisik dan mental. Siapa tau, ini bisa meredakan lupus. Memang benar, meski sakit mamah saya seperti layaknya wanita lain yang sehat, dia kuat, tegar, sosok yang penuh semangat dan tetap bisa menjalani hari-harinya seperti biasa bersama saya, keluarga, dan teman-temannya.



Saya mencintai mamah saya lebih dari apapun, cepat sembuh, tetap kuat, karna kaka akan selalu mendukung disamping mamah. Love you mom..