sosmed

Facebook  Twitter  Google+ Instagram Linkedin Path Gmail

Tuesday, August 13, 2013

Waktu Takkan Pernah Bisa Terulang


"Penyesalan memang selalu datang terakhir"


            Masih ingatkah kamu tentang kita (dulu). Ketika kita masih bisa berbincang-bincang tanpa beban walau hanya lewat tulisan dichat blackberry messenger, ketika kamu masih suka mengirim chat dengan emote-emote lucu, berterus terang tentang rasa rindu yang kau rasakan, dulu kamu selalu ingin menjemputku dan mengajakku jalan-jalan, kita pergi bersama, tertawa bersama meski kadang hal yang kita tertawakan itu sangatlah tidak lucu, tapi saat bersamamu aku selalu merasa bahagia, dan kamu juga mengatakan hal yang sama walaupun hubungan kita hanya sekedar berteman, ya kita hanya teman tapi aku mempunyai perasaan yang lebih dari teman untukmu. Tapi kini semua berbeda, jangankan untuk pergi denganmu atau mendengar kejujuranmu tentang rasa rindu, membaca sapaan ringanmu dichat blackberry messenger saja aku tak pernah, mungkin memang semua salahku, kesalahanku yang amat sangat kusesali.
Semua berawal pada hari itu. Kamis, 07 Februari 2013, awalnya semua memang terasa baik-baik saja, hari itu kamu bilang bahwa kondisi badanmu sedang kurang sehat, saat mendengar itu aku sungguh sangat khawatir tentang keadaanmu dan aku hanya bisa mengingatkanmu supaya kamu selalu menjaga pola makanmu yang berantakan. Tapi ternyata kamu malah memintaku datang kerumahmu untuk membawakan bubur dan menyuapimu makan, hey, aku sayang kamu! Jangankan hanya untuk membawakan bubur saat kamu sakit, menunggumu seminggu penuh saat sakit hingga sembuh pun aku mau.
Akhirnya tanpa fikir panjang aku pun bersiap untuk pergi kerumahmu, aku meminta tolong pada sahabatku untuk menjemputku serta mengantarkanku, sahabatku tak pernah sungkan untuk mengantarkanku kemanapun, dia juga selalu bisa mengerti tentangku, tentangmu, dan tentang kita, karna aku juga tak pernah sungkan untuk berbagi cerita dengannya. Malam hari sekitar pukul 19.00 WIB. aku tiba tepat didepan rumahmu dan sahabatku berlalu meninggalkanku ketika kamu keluar dan menemuiku, awalnya aku ragu karna ini adalah pertama kalinya aku kerumahmu sendirian, tapi aku mencoba memberanikan diriku hanya untukmu sayang. Saat kamu mengajakku masuk kerumahmu, kamu mengenalkanku pada kedua orangtuamu dan kakak perempuanmu, aku dan keluargamu sempat berbincang-bincang sebentar sampai akhirnya tinggal kita berdua dibalkon rumahmu, aku menyuapimu makan bubur yang kubawakan sambil kita mengobrol tentang hal-hal yang sudah tak kuingat karna saat itu yang aku perhatikan hanya kamu bukan ucapanmu.
Kita cukup lama berada disitu sampai akhirnya kita merasa bosan dan kamu mengajakku pergi keluar padahal saat itu kondisimu masih belum begitu baik, tapi kamu memaksa hingga membuatku tak dapan menolak ajakanmu untuk pergi. Akhirnya aku dan kamu pergi keluar untuk membeli jus, saat kita membeli jus kamu bilang ingin mengatakan sesuatu kepadaku tapi tidak disitu, lalu kita pergi ke alun-alun kota, kita duduk dipinggiran alun-alun, kita bercanda dan kamu sangat senang mem-bully orang yang lewat hingga membuatku tertawa, sampai akhirnya tak kusangka kamu tiba-tiba bertanya kepadaku, "Kalo misalkan aku yang jadi pacar kamu gimana de ?" tanyamu padaku. Pertanyaanmu yang tiba-tiba seperti itu membuatku bingung, aku kaget bukan main, membuatku tak dapat berfikir jernih dan tak tau harusku jawab apa peratanyaanmu. Aku mengira pertanyaanmu yang tiba-tiba itu hanya sebuah lelucon yang tak harus kutanggapi dengan serius, dan secara spontanitas aku menjawab pertanyaanmu dengan kalimat bodoh, "Engga, gue lebih nyaman kaya gini." kalimat itu terlontar begitu saja dari bibirku. Dasar bodoh! Aku memang bodoh! Aku menyayangimu hey, tapi dengan bodohnya aku mengahancurkan segalanya, mungkin juga perasaanmu. Dan semenjak saat itu semua telah berbeda, semua berubah, kamu menjauh dariku, tak ada lagi tentang kita, dan tak ada lagi kamu yang mengisi hari-hariku.
Maafkan aku, aku sungguh sangat menyesal, andai waktu bisa terulang aku ingin kembali kehari itu untuk memperbaiki semuanya terutama jawabanku atas pertanyaanmu dan aku ingin bilang bahwa aku menyayangimu. Tapi sayangnya, waktu takkan pernah bisa terulang.

No comments:

Post a Comment